Sabtu, 08 Mei 2010

KM & IT : KMSs Cycle

berikut merupakan materi dari sebuah buku yang saya kutip.

Judul Buku : Information Technology for Management
Pengarang : Efraim Turban dan Linda Volonino
Tahun : 2010
Penerbit : John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd



Alasan dari sebuah sistem bersifat cyclical adalah karena knowledge secara dinamis diperbaharui (refined) setiap waktu. knowledge dalam sebuah KMSs yang bagus tidak pernah berakhir karena, seiring dengan berlalunya waktu, lingkungan berubah, dan knowledge harus diperbaharui (updated) untuk merefleksikan perubahan. siklus tersebut bekerja sebagai berikut:
1.Create Knowledge. knowledge dibuat karena orang menentukan cara baru untuk melakukan sesuatu atau mengembangkan know-how. terkadang pengetahuan dari luar dibawa ke dalam.
2. Capture Knowledge. knowledge yang baru harus diidentifikasikan memiliki nilai dan disajikan dengan cara yang masuk akal.
3. Refine Knowledge knowledge yang baru harus diletakkan pada konteks sehingga dapat ditindaklanjuti. ini adalah dimana wawasan (tacit qualities) harus ditangkap dengan fakta yang eksplisit.
4. Store Knowledge. knowleddge yang berguna harus ditempatkan dalam bentuk yang masuk akal dalam sebuah tempat penyimpanan knowledge sehingga orang lain dalam organisasi dapat mengaksesnya.
5. Manage Knowledge. seperti halnya perpustakaan, knowledge harus tetap aktual/terbaru. knowledge tersebut harus ditinjau untuk memverifikasi apakah masih relevan dan akurat.
6. Disseminate Knowledge. knowledge harus dibuat tersedia dalam sebuah bentuk yang berguna untuk setiap orang dalam organisasi yang membutuhkannya, dimana saja, dan kapan saja.

KM & IT : The Need for KMSs

berikut merupakan materi dari sebuah buku yang saya kutip.
Judul Buku : Information Technology for Management
Pengarang : Efraim Turban dan Linda Volonino
Tahun : 2010
Penerbit : John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd

Knowledge Management Systems (KMSs)

KMSs mengacu pada penggunaan dari teknologi informasi modern (Co. internet, intranets, extranets, LotusNotes, software filters, agents, data warehouse) untuk mensistemasi, nemanbah, dan mempercepat intra- dan inter-firm KM (Ahlawat dan Ahlawat, 2006). KMSs bertujuan untuk menolong organisasi megatasi turnover, rapid change, dan downsizing dengan membuat keahlian dari human capital organisasi dapat diakses secara luas. KMSs dibangun dalam meningkatnya tekanan atas kebutuhan untuk menjaga tenaga kerja yang produktif dan well-informed. selain itu, mereka dibangun untuk menolong organisasi besar untuk menyediakan sebuah pelayanan pelanggan yang konsisten. mereka juga menolong organisasi untuk menahan knowledge dari pegawai yang berhenti. banyak organisasi yang telah membangun sistem KM dalam tujuannya untuk mengkapitalisasi knowledge dan pengalaman dari pegawai di seluruh dunia.

KM & IT : Concepts and Definition 3

berikut merupakan materi dari sebuah buku yang saya kutip.
Judul Buku : Information Technology for Management
Pengarang : Efraim Turban dan Linda Volonino
Tahun : 2010
Penerbit : John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd

Intellectual Capital / Intellectual Assets

aset intelektual merupakan istilah lain yang digunakan pada knowledge, dan menyiratkan terdapat nilai finansial pada knowledge. walaupun merupakan hal yang sulit, namun beberapa industri telah mencoba memberi nilai pada knowledge mereka. untuk melihat bagaimana cara menghitung KM perusahaan anda, anda dapat melihat pada strassman.com dan baselinemag.com oleh Paul Strassman yang membuat sebuah postulat dalam menghitung nilai KM perusahaan.

Explicit and Tacit Knowledge

Explicit knowledge berhubungan lebih kepada knowledge yang besifat objektif, rasional, dan teknis (data, policies, procedures, software, documents, dsb).
Tacit knowledge biasanya pada area subjektif, kognitif, dan experiential learning; sangat personal dan susah untuk diformalkan/dirumuskan/disusunkan. (Nonaka dan Takeuchi, 1995)

KM & IT : Concepts and Definition 2

berikut merupakan materi dari sebuah buku yang saya kutip.
Judul Buku : Information Technology for Management
Pengarang : Efraim Turban dan Linda Volonino
Tahun : 2010
Penerbit : John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd

Knowledge

dalam konteks teknologi informasi, knowledge sangat berbeda dari data dan information. dimana data merupakan sebuah kumpulan dari kebenaran, pengukuran, dan statistik; information adalah data yang telah diproses atau telah diorganisir yang tepat waktu dan akurat (Holsapple, 2003). Sedangkan knowledge adalah informasi yang contextual, relevant, dan actionable.








Knowledge memiliki karakteristik berikut ini yang membedakannya dari aset organisasi lainnya (Holsapple, 2003) yaitu:
- Extraordinary leverage and increasing returns. knowledge biasanya bukan subjek dari diminishing returns. saat knowledge digunakan, knowledge tersebut tidak terkonsumsi (habis). penggunanya dapat memberi tambahan kepada knowledge tersebut yang meningkatkan nilainya.
- Fragmentation, leakage, and the need to refresh. saat knowledge berkembang, knowledge akan bercabang dan terpisah-pisah. knowledge bersifat dinamis; merupakan informasi dalam tindakan (information in action). jadi, sebuah organisasi harus selalu memperbaharui basis pengetahuannya untuk mempertahankannya sebagai sumber dari keunggulan kompetitifnya.
- Uncertain value. adalah sulit untuk mengestimasi dampak dari investasi dalam knowledge. terlalu banyak aspek intangible
- Uncertain value of sharing. serupa dengan sebelumnnya, adalah sulit untuk mengestimasi nilai dari pembagian knowledge, atau siapa yang paling diuntungkannya.
- Rooted in time. kegunaan dan keuntunggan dari knowledge akan bervariasi dalam waktu; karenanya, kesegeraan, umur, perishability, dan volatility dari knowledge merupakan sifat yang penting.

KM & IT : Concepts and Definition 1

berikut merupakan materi dari sebuah buku yang saya kutip.
Judul Buku : Information Technology for Management
Pengarang : Efraim Turban dan Linda Volonino
Tahun :2010
Penerbit : John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd

Knowledge Management(KM) adalah sebuah proses yang menolong organisasi dalam mengidentifikasi, memilih, mengorganisasikan, menyebarkan, dan memindahkan informasi dan keahlian penting yang merupakan bagian dari organization's memory dan yang biasanya berada di dalam organisasi secara tidak terstruktur. perlakuan tersebut atas knowledge akan memungkinkan pemecahan masalah, pembelajaran yang dipercepat, strategic learning, dan pembuatan keputusan yang efektif dan efesien. para pemrakarsa KM memfokuskan pada identifikasi knowledge, menjelaskan knowledge tersebut dengan cara yang membuat knowledge tersebut dapat dibagi secara formal, dan meningkatkan nilainya melalui penggunaan kembali.

"Untuk kesuksesan organisasi, knowledge, sebagai bentuk modal (capital), harus dapat dipertukarkan antara orang-orang, dan knowledge tersebut harus dapat tumbuh". Pengetahuan mengenai bagaumana sebuah masalah dipecahkan dapat ditangkap, sehingga demikian KM dapat memajukan organizational learning, membimbing pada penciptaan pengetahuan yang lebih lanjut. See Schwartz (2006)